Visi Besar dalam Aksi Nyata: Transformasi Pelayanan Tanpa Meninggalkan Jati Diri GPdI.
KABAR HARIAN
Jakarta, Selasa 24 Febuari 2026 di Sentra GPdI digelar Ibadah Peletakan Batu Pertama, tanda dimulainya pembangunan gedung SAJ dan STTPJ .
Acara dihadiri oleh Ketua Umum GPdI, Pdt. Dr. Johnny W. Weol, M.M., M.Th. dan Sekretaris Umum GPdI, Pdt . Elim Simamora, D.Min., D.Th., para pimpinan Majelis Pusat, Majelis Daerah Jakarta, Pimpinan Yayasan 50, para dosen dan guru. Suasana hikmat dan penuh sukacita menyelimuti kawasan Sentra GPdI Sunter, Jakarta Utara. Pada hari ini acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sekolah Tinggi Teologi Pantekosta Jakarta (STTPJ) resmi dilaksanakan, menandai dimulainya era baru bagi pendidikan teologi di lingkungan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI).
Rangkaian acara diawali dengan ibadah singkat yang membawa seluruh yang hadir dalam suasana penyembahan dan ucapan syukur kepada Tuhan.
Ibadah tersebut menghadirkan Pdt.Elim Simamora, D.Min, D.Th. (Sekum) GPdI sebagai pengkhotbah. Dalam firman yang disampaikan kepada undangan yang hadir diingatkan akan pentingnya fondasi iman yang kokoh dalam setiap pekerjaan Tuhan, termasuk dalam pembangunan fisik gedung pendidikan ini.
Puncak acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan secara simbolis oleh tiga tokoh penting. Peletakan pertama dilakukan oleh Ketua Umum GPdI, Pdt. Dr. Johnny W. Weol, M.M., M.Th., disusul oleh peletakan kedua oleh Pdt. Drs. Hessel N. Mandey selaku Ketua Panitia Pembangunan, dan peletakan ketiga oleh Pdt. Hizkia Rephael Mandey, S.H., M.Th. selaku Ketua Yayasan 50.
Suasana semakin terasa haru ketika Pdt. Dr. Johnny W. Weol, M.M., M.Th. menyampaikan sambutannya. Ketum mengungkapkan bahwa gagasan pendirian S.A. dan STTPJ ini pertama kali tercetus oleh almarhum Pdt. A.H. Mandey, seorang pionir besar dalam sejarah GPdI. Gagasan mulia tersebut kemudian ditindaklanjuti dalam Rapat Pleno MP dan disambut dengan hangat oleh Rapat Majelis Pimpinan (MP) GPdI. Namun, perjalanan panjang harus dilalui karena gagasan tersebut sempat terkendala waktu dan baru pada hari ini dapat terwujud nyata.
“Ini adalah buah dari visi seorang pionir kita, Pdt. A.H. Mandey. Setelah melalui perjalanan waktu yang panjang, hari ini kita bersyukur dapat berkumpul untuk memulai realisasi dari visi misi besar tersebut,” ujar Pdt. Dr. Johnny W. Weol, M.M., M.Th. dalam sambutannya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Panitia Pembangunan, Pdt. Drs. Hessel N. Mandey. Dalam kesempatan itu, ia memohon dukungan doa dari seluruh tamu undangan dan pihak terkait. “Kami mohon dukungan doa dari Bapak/Ibu sekalian, kiranya Tuhan memberkati seluruh proses pembangunan ini hingga dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi berkat bagi banyak orang,”
Sementara itu, Pdt. Hizkia Rephael Mandey, S.H., M.Th. dalam sambutannya mewakili Yayasan 50 menyampaikan komitmennya untuk taat dan mendukung penuh kelancaran pembangunan gedung ini. “Sebagai hamba, kami hanya ingin taat saja kepada pimpinan Tuhan dan meneruskan estafet perjuangan para pendahulu,” tegasnya.
Acara peletakan batu pertama yang menjadi tonggak sejarah bagi pendidikan teologi GPdI ini kemudian ditutup dengan doa berkat yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum GPdI. Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan STT Pantekosta Jakarta dapat segera berdiri kokoh dan melahirkan hamba-hamba Tuhan yang berkualitas untuk melayani bangsa dan negara. (AM)
Kontak Media:
kabarbaik1.com
majalahrajawali.com

