BMPTKKI Selenggarakan Konvensi Injil

kabar harian 17(1)

BMPTKKI Fokus Perdalam Pemahaman Firman di Era Baru

KABAR HARIAN

Jakarta, 6 Maret 2026 – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Jeane Marie Tulung, secara resmi membuka kegiatan Konvensi Injil Sekolah-Sekolah Tinggi Teologi Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI), di Aula John Calvin Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Internasional (STTRII) Jakarta, Jumat (6/3/2026). Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum nasional yang mempertemukan kalangan akademisi teologi dan pemimpin gereja untuk memperkuat pelayanan Injil di Indonesia.

Dalam pembukaan acara tersebut, Dirjen Bimas Kristen menyampaikan penghormatan kepada keynote speaker konvensi, teolog dan penginjil ternama Pdt. DR (hc) Stephen Tong, serta kepada Ketua Umum BMPTKKI Prof. Dr. Stevri Indra P.N. Lumintang dan jajaran pengurus organisasi. Ia juga menyapa pimpinan STTRII, Prof. Dr. Benyamin F. Intan, Ph D. Panitia pelaksana, sebagai Ketua Dr. Gunaryo Sudarmanto, D.Th. dan Sekretaris Dr. Vicky Paat, M.Th serta para pembicara, pimpinan perguruan tinggi teologi dan mahasiswa yang hadir secara langsung maupun daring.

Jeane Tulung mengajak seluruh peserta menaikkan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja karena melalui anugerah-Nya seluruh peserta dapat dipertemukan dalam momentum penting bagi dunia teologi di Indonesia. Menurutnya, konvensi ini bukan sekadar forum ilmiah, tetapi menjadi perjumpaan visi antara dunia akademik dan gereja dalam terang Injil.

Ia menilai penyelenggaraan konvensi oleh BMPTKKI menunjukkan kedewasaan ekosistem pendidikan tinggi keagamaan Kristen di Indonesia. Forum tersebut menjadi ruang refleksi nasional yang memperlihatkan bahwa perguruan tinggi teologi tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bersama dalam visi besar Kerajaan Allah dan tanggung jawab kebangsaan.

Momentum penting mewarnai rangkaian kegiatan Konvensi Injil Sekolah-Sekolah Tinggi Teologi Indonesia (KISSTTI) ketika buku berjudul Supremasi Injil dalam Dunia Akademik resmi diluncurkan. Buku ini mengangkat gagasan bahwa Injil harus menjadi fondasi utama dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penekanan pada supremasi Kristus dipahami bukan hanya sebagai doktrin teologis, melainkan sebagai kerangka berpikir yang membentuk worldview akademik Kristen dalam menghadapi dinamika zaman.

gambar kabar harian17(4)

Dalam konteks teologi biblika, supremasi Injil berkaitan dengan pengakuan akan keunggulan dan otoritas Kristus atas seluruh ciptaan, yang menjadi dasar misi gereja dan pelayanan pendidikan teologi. Karena itu, buku ini mengajak para akademisi untuk tidak memisahkan antara keseriusan ilmiah dan kesetiaan iman dalam menjalankan tugas akademiknya.

Momen peluncuran membawa suasana hangat, ketika Dirjen Bimas Kristen secara simbolis menyerahkan buku tersebut kepada para penulis yakni Prof. Dr. Stevri I. Lumintang, Th.D., Ph.D., Dr. Samuel B. Sijabat, Ph.D., Prof. Dr. Benyamin F. Intan, Ph.D., Dr. Gunaryo Sudarmanto, D.Th., Dr. Nasokhili Giawa, M.Th., Dr. Adolfina Koamesakh, M.Th., Dr. Andreas Himawan, Yuzo Adhinarta, Ph.D., Dr. Casthelia, Kartika, M.Th., Prof. Dr. Sonny Zaluchu, M.Th., D.SA., Dr. Arnold Tindas, M.Th., Dr. Amos Winarto, M.Th., Prof. Dr. Frans Pantan, M.Th.,D.Min., Dr. Moses Wibowo, M.Th., Dr. Sutrisna Harjanto, M.Th. Dr. Daniel E. Runtuwene, M.Th., Dr. Harianto GP, D,Th., D.Ed., Dr. Antonius Natan, SH., M.Th., Dr. Tonny A. Stefanus, M.Th., Dr. Robi Panggarra, M.Th. Dr. Andreas Hauw, D.Th., Prof. Dr. Daniel Ronda, M.Th. dengan editor Dr. Antonius Natan, MTh.

Peluncuran dan penyerahan buku Supremasi Injil dalam Dunia Akademik pada forum KISSTTI ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak karya teologi kontekstual yang relevan bagi gereja dan bangsa. Dengan demikian, supremasi Injil tidak hanya menjadi tema diskusi, tetapi nyata diwujudkan dalam praksis akademik dan pelayanan.

Disela-sela kegiatan Konvensi, diadakan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) antara Anggota BMPTKKI dengan berbagai Sekolah Tinggi Teologi, masing-masing Ketua STT menandatangani bersama Sekretaris Umum Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Dr. Sigit Triyono, S.Pd., MA.

Sesi yang di tunggu tiba juga dengan hadirnya Pdt. DR. (hc) Stephen Tong Pendiri GRII/ STTRII sebagai keynote speaker mengemukakan bahwa Injil adalah sumber otoritas utama dalam iman Kristen, Injil harus menjadi fokus utama dalam pengajaran, khotbah, dan pelayanan gereja, Injil harus diutamakan dalam kehidupan sehari-hari orang Kristen.

Selanjutnya pada hari pertama diisi pemaparan dari para penulis buku, dan dilaksanakan paralel session oleh 19 penulis Call for Proceedings Papers mempresentasikan Supremasi Injil di berbagai fungsi dan peran dalam dunia akademik. Membahas beragam topik strategis, antara lain deteksi gejala penipisan Injil di lingkungan akademik, dialog teologi yang teguh pada Injil namun tetap ramah dalam konteks Indonesia yang majemuk, serta peran pendidikan teologi dalam memperlengkapi warga gereja menghadirkan Injil di tengah dunia modern.

Mengintip kegiatan hari kedua konvensi di isi sesi ilmiah utama yang menjadi bagian dari konvensi, yang berfokus pada penguatan penelitian teologi berbasis Injil serta pembangunan diskursus teologi injili di Indonesia. Antara lain Prof. Dr. Sonny Zaluchu, M.Th., D.S.A., dosen dari STT Semarang, memaparkan materi bertajuk Penelitian Teologi Berbasis Injil: Model, Metodologi, dan Kontribusi bagi Teolog dan Akademisi Kristen Indonesia. Ia menekankan pentingnya metodologi penelitian teologi yang berakar pada Injil agar karya akademik tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berdampak bagi kehidupan gereja dan masyarakat.

Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Arnold Tindas, M.Th., dari STTI Harvest Tangerang yang membahas topik Konvensi Injil sebagai Ruang Kolaboratif Nasional: Membangun Diskursus Teologi Injili yang Berkelanjutan. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya kerja sama antar perguruan tinggi teologi dalam memperkuat jaringan akademik serta mengembangkan dialog teologi injili yang konstruktif di tingkat nasional.

Memasuki sesi utama konferensi pada pagi hari, peserta mengikuti Keynote Speaker Session dengan tema “Supremasi Injil dalam Dunia Akademik” yang disampaikan oleh Pdt. DR. (hc) Stephen Tong, berbagung dengan peserta SPIK di Messiah Cathedral di kompleks The Reformed Millennium Centre of Indonesia (RMCI) yang dihadiri hampir 5000 peserta termasuk peserta KISSTTI. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa supremasi Injil harus menjadi fondasi bagi seluruh aktivitas akademik di sekolah tinggi teologi agar pendidikan teologi tetap setia pada kebenaran Alkitab sekaligus relevan bagi zaman. Supremasi Injil bertujuan untuk mengembalikan fokus pada pesan Injil yang murni dan menghindari penekanan pada tradisi, hukum, atau ritual yang mungkin menggeser fokus dari pesan Injil itu sendiri. Injil kekuatan yang menyelamatkan.

Selanjutnya, Prof. Dr. Peter Lillback, Ph.D., dari Westminster Theological Seminary Amerika Serikat, menyampaikan materi berjudul The Supremacy of the Gospel in the Academic World of American Theological Schools. Ia menjelaskan bagaimana perguruan tinggi teologi di Amerika mempertahankan komitmen terhadap Injil di tengah tantangan sekularisasi dunia akademik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *